0

designing my very own home education curriculum

bismillah..

sebelum memulai NHW #5 ini, i must say that bu Septi & pak Dodik itu sooo thoughtful.. dari NHW 1 hingga 5, aku sampai bingung sendiri loh, gimana sih kok bisa2 nya kepikiran utk mendesain kurikulum belajar untuk mengarahkan & menuntun para Ibu sehingga bisa menemukan tujuan spesifik penciptaannya sampai ke making it come true, hanyaaa melalui kuliah matrikulasi yg dijalankan bahkan secara online loh! di grup whats app! ngga ngerti lagi deh, keren banget sih menurutku..

membuat banyak ibu menjadi lebih terarah saja beliau berdua ini mampu melakukannya, berarti di keluarganya sendiri anak2nya insyaAllah udah terarah banget ya hidupnya.. aduh, bayanginnya aja merinding aku.. insyaAllah, kita juga mampu ya mengikuti jejak keren keluarga bu Septi & pak Dodik, langkah awalnya tentu dengan bersungguh2 mengikuti serangkaian proses perkuliahan di kelas matrikulasi & universitas kehidupan ya..

revisi lagi.. revisi lagi..

back to topic.. ada beberapa hal yang harus aku revisi dari NHW 4 mengenai bagian milestones-nya.. karena ternyata akan lebih baik jika kita mengikuti tahapan ibu profesional yaitu Bunda Sayang, Bunda Cekatan, Bunda Produktif hingga Bunda Sholehah..

berikut adalah Matriks tahapan dalam ibu profesional VS ilmu yg harus aku pelajari :

Ilmu

Montessori

EP TBS

Agama

Tahapan Ibu Profesional        
Bunda Sayang

v

v v

v

Bunda Cekatan    

v

Bunda Produktif  

v

v

v

Bunda Shalehah

 v

v v

v

selain itu, ada tambahan research yang harus aku lakukan dalam area Bunda Cekatan, yaitu mengenai :

  1. manajemen keuangan keluarga, penambahan checklist pekerjaan rumah:
  • mengalokasikan waktu untuk melakukan budget planning setiap bulan
  • me-review total expenses setiap akhir bulan
  • rutin mencatat daily expense

strategi research ini adalah browsing ilmu di websites yang sudah banyak membahas manajemen keuangan & bertanya kepada teman-teman yang sudah mengaplikasikan ilmu manajemen keuangan keluarga.

  1. meal preparation processing, ini tidak membutuhkan revisi di checklist sih, hanya ada deadline waktu penyelesainnya.

education design

setelah selesai merevisi NHW, aku mulai dari mencari tahu mengenai desain pembelajaran atau educational design.. beberapa sumber yang aku baca adalah makalah yang di-publish di blogwikieducator, dan wikipedia.

setelah membaca mengenai desain pembelajaran ini, aku menemukan bahwa basically, educational design itu terbagi menjadi 2 yaitu curriculum design yang berisi ‘big picture plan’ dan learning design yang berisi specific learning and teaching activities and resources [1]

nah, sebelum membuat desain pembelajaran kita perlu mengetahui kedua hal ini terlebih dahulu. yaitu:

  1. learning objective, ini didefinisikan sebagai tujuan belajar. untuk menemukan tujuan belajar ini, kita bisa berangkat dari pertanyaan: apa visi kita dan untuk apa kita belajar.
  2. learning outcome, ini didefinisikan sebagai hasil belajar. untuk menetukan hasil belajar ini, kita bisa berangkat dari pertanyaan: apa saja kompetensi yang harus dikuasai oleh pembelajar dalam sebuah keluarga.

setelah mengetahui tujuan dan hasil belajar, tugas kita adalah membuat desain kurikulum dan untuk membuat desain kurikulum kita harus mengetahui ketiga hal berikut [3]:

  1. status awal pemahaman peserta didik, ini aku sebut current state. current state menurut aku ini dapat kita analisa melalui kondisi terkini masing-masing pembelajar yang ada di rumah.
  2. tujuan pembelajaran, ini aku sebut final state. final state menurut aku sama dengan hasil belajar atau learning outcome. learning outcome ini sendiri idealnya berubah setelah dilakukan evaluasi berkala, karena at some point kita akan mencapai sebuah outcome dan harus menggantinya dengan outcome lain, sehingga semakin banyak hal yang bisa kita pelajari. pergantian outcome ini sendiri tentu harus melalui sebuah proses evaluasi atau disebut dengan penilaian atau
  3. perlakuan berbasis media untuk membantu terjadinya transisi dari current state ke final state. ini menurut aku sama dengan proses belajar itu sendiri. di dalam proses belajar inilah kita mengimplementasikan desain pembelajaran yang sudah kita buat sebelumnya.

setelah membaca referensi, ternyata ada beberapa model desain pembelajaran yang sudah dirancang oleh banyak ahli dan hampir semua memiliki prinsip yang sama. dari beberapa model desain ini terdapat komponen desain pembelajaran yang utama [2], yaitu:

  • pembelajar, ini termasuk menganalisa karakteristik pembelajar
  • tujuan pembelajaran, kompetensi yang harus dikuasai (learning outcome)
  • analisis pembelajaran, menganalisis dan menentukan topik atau materi yang akan dipelajari
  • strategi pembelajaran, meliputi cara belajar dan kurun waktu pembelajaran
  • bahan ajar, format materi berbentuk media apapun untuk mendukung kegiatan belajar
  • penilaian belajar, pengukuran kompetensi yang sudah dikuasai
  • evaluasi dan revisi, untuk bagian ini aku tambahkan mengikuti model desain pembelajaran ASSURE. pada model ini terdapat bagian Evaluate and Revise yang menurut aku sangat penting untuk mendukung proses belajar yang dinamis.

phew! dari sini makin ‘kelihatan’ ya gambaran desain pembelajaran yang seperti apa yang bisa kita buat untuk mendukung visi keluarga kita insyaAllah. beberapa yang harus ditentukan adalah:

tujuan belajar strategi pembelajaran
hasil belajar bahan ajar
pembelajar penilaian belajar
analisis pembelajaran evaluasi dan revisi

untuk menentukan komponen-komponen dalam desain pembelajaran keluarga tentu saja diperlukan penyatuan visi misi dengan suami (dan anak, jika usianya sudah cukup), di bawah ini aku akan sharing sedikit mengenai contoh komponen desain pembelajaran dalam keluarga kami. untuk detail kurikulumnya sendiri aku mengacu pada NHW 1-4 yang kemarin dikerjakan.

tujuan belajar saya wajib memiliki pengetahuan agama untuk menjaga fitrah Iman anak saya
hasil belajar
  • mengetahui proses penciptaan yang terdapat dalam AlQur’an
  • mengetahui kisah Rasulullah dan dapat mengaplikasikan pelajaran yang diambil dari kisah tersebut dalam kehidupan sehari-hari
  • mengerti kaidah dalam bahasa Arab yang diperlukan untuk memahami Al-Qur’an
  • mengetahui kiat-kiat mendidik anak berdasarkan Al-Qur’an
  • mengetahui cara praktis yang dapat dilakukan sehari-hari untuk menjadi seorang muslim yang produktif
pembelajar Eka Mardila
analisis pembelajaran topik yang akan dipelajari:

  • Al Qur’an
  • Seerah Nabawiyah
  • Arabic
  • Parenting
  • Produktifitas Muslim
strategi pembelajaran cara belajar:
mengikuti lesson plan yang telah dibuat berdasarkan checklist indikator ibu profesional

tahap belajar:
mendengarkan/menonton bahan ajar
berdiskusi
mengimplementasikan pelajaran
sharing hasil belajar

kurun waktu:
sesuai milestones yang telah dibuat

bahan ajar Al Qur’an
Podcasts :
Seerah series by Abdul Nasir Jangda
Amazed by The Quran by Nouman Ali Khan
The Beginning and The End series by Omar Suleiman
Bayyinah TV:
Arabic with Husna by Nouman Ali Khan
Parenting by Nouman Ali Khan
Books:

Muslim Produktif
penilaian belajar berdasarkan pencapaian hasil belajar dan kurun waktu belajar
evaluasi dan revisi di akhir penilaian

alhamdulillah, selesaiii juga NHW 5 kali ini, terasa sekali ya manfaatnya. insyaAllah kita makin terarah untuk mencapai tujuan dan semakin konsisten untuk menerapkan checklist, dan desain yang sudah (dan masih harus) dibuat.. aamiin..

referensi:

[1] WikiEducator Community, 2016, Eduvational design, What is educational design?, [online], (http://wikieducator.org/Learning_and_Teaching_in_Practice/Educational_design_theory/What_is_educational_design%3F, diakses pada tanggl 15 Juni 2017)

[2] Salsabila, Ervinda, 2010, Desain Pembelajaran,  [online], (http://ervindasabila.blogspot.co.id/p/v-behaviorurldefaultvml-o.html, diakses pada tanggl 15 Juni 2017)

[3] WikiPedia Contributor, Rachmat04, 2016, Desain Pembelajaran, [online], (https://id.m.wikipedia.org/wiki/Desain_pembelajaran, diakses pada tanggl 15 Juni 2017)

 

0

menuju penyempurnaan ikhtiarku..

bismillah..

wah, sampai juga kita di NHW ke-4.. ngga kerasa yaaa udah 1 bulan aja belajar jadi ibu profesional.. hm, setiap mendapat materi, NHW & (terutama) review NHW rasanya semakin enlightened & empowered! belum lagi setelah memantau diskusi di grup whatsapp, cerita dari fasilitator & teman-teman matrikulasi (apalagi) minggu ini benar-benar inspiring, dan banyak semangat positif yang supportif, alhamdulillah.. another reason to be thankful, ditempatkan di lingkungan yang menguatkan..

oke, tugas minggu ini adalah me-review NHW 1-3, dan menemukan ‘misi hidup’, apasih tujuan penciptaan kita di muka bumi?

review..

setelah membaca-baca lagi NHW 1, aku merasa jurusan ilmu yang aku pilih sudah sesuai and i will stick into it.. kenapa? karena menurut aku, Ilmu Manajemen Diri ini adalah koentji. untuk mencapai tujuanku, aku harus bisa ‘mengatur’ diriku agar tetap produktif tanpa melalaikan kewajiban utamaku sebagai ibu rumah tangga yang mengurus rumah & anak.

untuk mewujudkannya tentu saja melalui konsistensi mengisi checklist di NHW #2. here comes the ‘challenges’ *lalu curhat* *lalu cari-cari alasan* hahaha. improvement yang harus aku lalukan agar lebih konsisten menjalankan checklist adalah dengan membuat planning yang tertulis (weekly & daily), mengalokasikan waktu untuk me-review nya dengan jujur daaan no more procrastinating.

menemukan misi hidup,

tentang menemukan misi hidup ya, setelah melakukan review NHW #3 aku merasa bahwa misi hidupku adalah memotivasi sesama orangtua, terutama ibu, untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

wow, sounds cool ya!

supaya misi hidupku lebih spesifik :

  • media untuk memotivasi sejauh ini adalah lewat tulisan, di instagram, di medium atau di blog wordpress (yang akhirnya tadi dipublish ke instagram stlh hampir 1 bulan!)
  • lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak, menurutku adalah lingkungan yang ‘respect’ kepada anak dan bisa memfasilitasi proses belajar sesuai fitrah & interest mereka
  • ini harus dimulai dari lingkungan terkecil, yang justru paling berpengaruh, yaitu lingkungan keluarga. so, i have to really manage my family, meanwhile motivating others

dari misi hidup ini, peranku adalah menjadi motivator dan bidang yang aku pilih adalah tumbuh kembang anak yang respectful dan sesuai fitrah.

anak adalah tamu istimewa yang kita undang untuk hadir dalam kehidupan kita atas kehendak dan persetujuan Tuhan – okina fitriani –

agar ahli di bidang ini, ilmu yang harus aku pelajari dan perdalam adalah :

  1. ilmu agama yaitu mempelajari Al-Qur’an dan Seerah. sebaik-baik pedoman untuk menjamu tamu istimewa kita adalah Al-Qur’an dan manusia yang paling sempurna mengimplementasikan Al-Qur’an adalah Rasulullah.
  2. ilmu parenting yaitu berdasarkan Enlightening Parenting & filosofi Montessori. melalu filosofi  Montessori, aku belajar ‘menyediakan’ lingkungan yang ramah untuk anak, memahami cara mereka belajar & cara optimal untuk menstimulasi mereka sehari-hari. sementara melalui Enlightening Parenting (EP) aku belajar untuk mendidik anak dengan tetap menjaga fitrah baik mereka.
  3. ilmu komunikasi efektif (baik lisan, maupun tulisan) ini selain aku pelajari dari training EP, aku pelajari juga di Transforming Behavior Skills (TBS). beberapa hal yang aku pelajari adalah bagaimana ‘mengontrol’ responku sehari-hari, self-healing, dan memperkuat tulisan-tulisan yang akan aku buat dengan pola bahasa milton model & hypnotic language pattern.

here comes another ‘hard’ part, menentukan milestones..

km 0 : 27 thn 7 bulan – tidak ada kata terlambat ya, masing-masing manusia punya ‘timeline’ yang berbeda.

dari ketiga ilmu yang akan dipelajari & diperdalam, ketiganya saling mendukung satu-sama lain dan menurut aku perlu dipelajari secara paralel. untuk belajar sebuah ilmu itu sendiri aku membagi prosesnya menjadi tiga bagian, yaitu : mempelajari teorinya, melakukan prakteknya dan menuliskannya kembali.

dari 24 jam per hari, aku mengalokasikan 3 jam/hari (jam 8.30-10.30) dan (03.00-04.00) untuk mempelajari, mendalami teori & menuliskannya, serta minimal 5 jam/hari (13.00-21.00 dikurangi waktu tidur, makan, mandi & beribadah) untuk mempraktekannya.

dari ketiga ilmu yang dipelajari ini, sebenarnya tujuan utama aku adalah untuk membangun kebiasaan belajar yang baik dan lebih konsisten (rutin), karena dari ilmunya sendiri (terutama ilmu agama) rasanya tidak akan pernah cukup untuk ‘dikuasai’, maka sebelum membuat milestones aku membuat estimasi waktu belajar berdasarkan jam belajar/hari :

  • ilmu agama, ada beberapa rencana mengejar ketinggalan dengan mendengarkan podcasts dan membaca buku-buku islami. kira-kira waktu yang diperlukan untuk mengejar ketinggalan ini adalah sekitar 4 bulan (bila konsisten) ini dengan mendengarkan & menuliskan ‘resume’ dari 2 podcasts setiap hari. selain itu akan ada waktu 2 bulan tambahan untuk ‘masa tenggang’ just in case ada yang tidak berjalan sesuai rencana.
  • ilmu parenting, dibagi menjadi 2 bagian yaitu dengan mendalami filosofi Montessori (yang dibagi ke 5 area belajar) & EP (yang dibagi ke 5 modul). jika untuk mempelajari 1 modul/area belajar membutuhkan waktu 1 bulan, berarti untuk menguasai ilmu ini butuh waktu 10 bulan, ditambah ‘masa tenggang’ lagi 4 bulan (lama amat ya masa tenggangnya)
  • ilmu komunikasi efektif, dibagi menjadi 2 bagian yaitu dengan mendalami EP dan TBS (yang dibagi ke 5 modul). untuk mempelajari 1 modul/area belajar membutuhkan waktu 1 bulan, berarti untuk menguasai ilmu ini butuh waktu 5 bulan, ditambah masa tenggang 2 bulan.

jadiii estimasi total waktu belajar yang diperlukan adalah 27 bulan – wow lama ya!

untuk milestones sendiri, karena ilmu ini akan dipelajari secara paralel maka aku akan menentukan skala prioritas mengenai alokasi waktu mempelajari ilmu, oleh karena itu milestonesnya aku buat setiap 9 bulan, maka :

  • km 0-1 (0-9 bulan) : 50% agama, 20% parenting, 30% komunikasi efektif.
  • km 1-2 (9-18 bulan) : 30% agama, 40% parenting, 30% komunikasi efektif.
  • km 2-3 (18-27 bulan) : 20% agama, 40% parenting, 40% komunikasi efektif.

fyuh *lap keringet* akhirnyaaa selesai juga milestones nya! dari sini insyaAllah lebih mudah menentukan lesson planning, karena target nya sudah ditentukan melalui milestones!

koreksi checklist NHW #2 :

  • menambah alokasi waktu untuk memperdalam ilmu agama (sepertinya sudah saatnya mengurangi waktu tidur)
  • menambah alokasi waktu untuk melakukan lesson planning & review

at last, lakukan, lakukan, lakukan, lakukan! sampai 4x loh! ini menunjukkan betapa pentingnya ikhtiar kita yaaa.. bagian ini, aku mau #selfreminder aja deh, another favorite quote dari cikgu kesayangan :

kesungguhan tercermin dari seberapa besar daya upaya kita menyempurnakan ikhtiar, bukan sekadar seberapa sering kita memikirkannya – Okina Fitriani

semangat ber-ikhtiar calon ibu profesional kebanggaan keluarga!

0

i just wanna know you better now :)

bismillah..

here comes another week, pulling up my all-nighter, working on the third nice homework. NHW #3, seperti biasa, semakin didalami semakin challenging. tapi somehow, saya merasa nyaman mengerjakan NHW, bagaimana materi yang ada di kelas matrikulasi ini melengkapi dan relate dengan apa yang memang menjadi base pengasuhan saya sebagai seorang ibu, yaitu Montessori & Enlightening Parenting. so here it comes, dibuka dengan not-so-romantic love letter for my husband, enjoy!

dear Papah, we both know that we are not the ‘romantic type’ as we used to (or as you were forced to do). but i know, from the start, when we were getting to know each other that you will always be my supporter. and somehow i know that you can put up with all my craziness

from then ’til now, i know by heart that you are trying your best to support me as much as you can. even by allowing me to buy all the toys and books that i claimed : for Zuhara, but somehow deep in my heart i feel that happiness for having all those toys & books

i know that you’re not a man of words. but you’re the man of acts. your willingness to drive me every weekend, taking care of Zuhara while i’m busy with ‘inspiring’ others (lol), washing dishes while i’m typing a long caption on instagram with my #ekalucusharing. to be part of Zuhara’s journey as a student with full of activities & attending as many school events as possible.

i’m sure that you are very capable to lead our family to Allah’s jannah (aamiin), by being a principal (meanwhile i’m the mean patient teacher to our daughter) at our home/school. i’m sure that you will always be my best supporter, by shifting me back to the right direction when i’m (often) making mistakes, by giving me advices when i need to improve and by leading with examples of how to be a good person.

i love you, always have, always will

respon suami :

saat membacanya, suami hanya tersenyum kecil, mungkin karena teringat masa dimana dulu dia (terpaksa) harus romantic, hahaha. setelah (dipaksa) ngobrol dan mengutarakan perasaan, ternyata yang ‘ngena’ adalah terbebani, karena saya mengingatkan lagi tugasnya sebagai kepala sekolah di rumah kami.

potensi anak kami, Zuhara..

berdasarkan ilmu Enlightening Parenting nya mba Okina Fitriani, anak diciptakan oleh Allah dengan membawa fitrah baik, dan tugas kita sebagai orangtua-lah yang harus menjaga fitrah ini. selama hampir 4 tahun saya mengobservasi Zuhara, alhamdulillah fitrah-fitrah ini masih cukup terjaga (terlepas dari banyaknya kesalahan pengasuhan yang sempat -dan kadang masih- saya lakukan). saya mencoba sedikit menjelaskan mengenai fitrah ini, dan apa yang bisa kita lakukan sebagai orangtua untuk menjaganya,

  • Iman, fitrah ini dapat kita jaga di antaranya dengan mengenalkan indahnya Islam, Maha Baik-nya Allah, inspiring-nya kisah hidup Rasulullah, amazing-nya Al Qur’an. sebelum bisa melakukan ini tentu saja kita sebagai orangtua harus membekali diri dengan pengetahuan agama yang mumpuni.
  • Bertahan Hidup, fitrah ini dapat kita jaga dengan menghormati/respect kepada anak. salah satu bentuk respect kita kepada anak adalah dengan percaya kepada anak saat sudah merasa kenyang, karena umumnya orangtua kadang ‘sok tahu’ bahkan bisa memaksa anak untuk makan bahkan dengan melakukan kesalahan pengasuhan (bohong, ancaman kosong).
  • Belajar (tend to mastery), fitrah ini dapat kita jaga dengan cara:
    • membiarkan anak melakukan eksplorasi bebas dengan prinsip : freedom within limitation (yang saya pelajari dari mba Vidya Paramita di filosofi Montessori). melalui freedom within limitation, anak diberikan kebebasan yang berbatas, dengan batasan kemanan & sesuai dengan norma agama & sopan santun.
    • sebagai orangtua kita harus jeli melihat interest anak pada saat itu, sehingga sesuai dengan prinsip Montessori, yaitu follow the child. dengan prinsip ini, anak akan lebih menyukai proses belajar sehingga akan terjaga love of learning-nya.
  • Kasih Sayang, fitrah ini dapat kita jaga tentu saja dengan berempati kepada anak, empati ini dapat diajarkan dengan menjadi teladan bagi anak saat kita merespon sutu kejadian.
  • Interaksi, fitrah ini dapat kita jaga dengan membersamai anak dan memberikan teladan yang baik saat berinteraksi, mengajarkan adab/norma kesopanan yang berlaku di masyarakat sesuai perintah Allah & tuntunan Rasulullah.
  • Seksualitas, fitrah ini dapat kita jaga dengan membedakan peran & tugas. untuk tugas rumah tangga/chores seperti memasak, mengurus anak dan tugas rumah tangga lainnya maka baik laki-laki maupun perempuan harus bisa melakukannya. namun untuk peranan, seperti melahirkan, menyusui, berdandan (dengan make up) harus diperjelas bahwa itu berbeda antara laki-laki dan perempuan.
  • Tanggung Jawab, fitrah ini dapat kita jaga dengan memberikan banyak kesempatan pada anak untuk belajar mandiri, mencari solusi (parental coaching), dan memperbaiki kesalahan yang dilakukan.

Multiple Intelligence

kemarin setelah mengamati diskusi di grup whatsapp matrikulasi mengenai potensi anak ada potensi yang dibahas berdasarkan ilmu Multiple Intelligence.

saya percaya bahwa anak usia dini (terutama di bawah 6 tahun) sangat memerlukan stimulasi yang insyaAllah akan bermanfaat untuk kehidupannya kelak. terlepas dari kecenderungan potensinya saat ini, stimulasi saat ini tidak akan bergantung pada kecenderungan tersebut. justru kecenderungan potensi ini bisa saya manfaatkan untuk memberikan gambaran pada saya mengenai area of improvement yang bisa saya temukan & bagaimana menstimulasi sesuai tujuan pengasuhan.

berdasarkan test yang saya lakukan, saya bisa melihat potensi anak saya saat ini adalah :

  • Interpersonal, hal ini terlihat dari kemampuan anak saya sebagai ‘leader’ yang bisa menyatakan keinginannya kepada sekelompok teman, dan kemauan dia untuk bisa me-manage. improvement yang harus saya lakukan :
    • mengajarkan anak saya menyampaikan keinginan dengan cara yang baik
  • Musical, hal ini terlihat dari kemampuan anak saya yang sangat banyak belajar melalui lagu, suka mengarang lagu & cepat menghapal lagu. improvement yang harus saya lakukan :
    • memperbanyak ‘stok’ lagu edukatif, agar pengetahuan anak saya cepat bertambah melalui lagu
  • Linguistic, hal ini terlihat dari kemampuan anak saya yang sangat suka bercerita tentang kesehariannya, ceritanyapun runut & terpecaya (bukan imajinasi). selain itu anak saya sangat suka buku, bercerita melalui gambar, dan mampu mengutarakan gagasan & perasaannya dengan tepat. improvement yang harus saya lakukan :
    • memperdalam ilmu pengetahuan untuk menjawab pertanyaan yang anak saya ajukan
    • ketulusan mendengarkan gagasan
    • komunikasi efektif untuk menanggapi perasaan anak

potensi saya

sejak menjadi ibu yang sering kalah ngotot-ngototan sama anak over simple things, saya jadi merasa butuh ilmu parenting. mengenal metode Montessori dan Enlightening Parenting membuat saya merasa penasaran dan punya keinginan kuat untuk belajar. sejak mempelajari kedua ilmu ini, saya jadi senang menulis, membagikan pengalaman saya mengasuh Zuhara di instagram. ternyata banyak yang relate dengan cerita saya tersebut, mengalami struggle yang sama, ups and downs yang juga sama. saat mengetahui ada orang yang mengambil manfaat dari tulisan saya, saya merasa bahagia. maka sejak saat itulah saya makin senang menulis.

in order to write, i must learn first, in order to learn, i must experience it first,

saya ngga mau menulis karangan ideal, saya mau menulis apa yang saya lakukan, walk the talk. that’s why i love to learn. belajar mendalami ilmu Montessori dan Enlightening Parenting, belajar mengaplikasikan teknik dan filosofi kedua ilmu tersebut dalam keseharian saya membuat saya kaya akan pengalaman.

so, i would say that my biggest potential is my love of learning. sebagai ibu, tentu saja potensi ini akan sangat bermanfaat sekali karena dengan belajar dan menuliskannya, pengalaman yang saya alami akan menjadi ‘guru’ untuk orang lain.

untuk menjadi orangtua yang enlightened, empowered, dan Montessori-approved tentu saja saya perlu belajar lebih banyaaak hal lagi, dan dengan memiliki kecintaan, keinginan kuat serta semangat untuk belajar dan terus memperbaiki dirilah saya yakin, tentu saja atas izin Allah, bisa bekerja-sama dengan suami untuk membersamai tumbuh kembang anak saya.

tantangan di lingkungan rumah

berdasarkan pengamatan saya, untuk lingkungan rumah alhamdulillah ibu-ibunya mau diajak berkomunikasi dan bersilaturahim, jadi kami sering saling update informasi mengenai pertumbuhan perkembangan anak.

ada banyak hal yang bisa di-improve di lingkungan rumah keluarga kami tinggal :

  • meningkatkan minat membaca anak-anak
  • memperkaya pengetahuan tentang kebutuhan anak dan cara menstimulasi anak dengan optimal
  • belajar berinteraksi dengan tetap respect kepada anak

maksud Allah menghadirkan keluarga kami di lingkungan ini

saat saya mengikuti training Enlightening Parenting bersama cikgu Okina Fitriani, cikgu menyebutkan bahwa anak-anak yang tinggal di sekitar kita juga adalah amanah untu kita dari Allah. sejak saat itu saya bertujuan untuk membuat improvement di lingkungan rumah tempat keluarga kami tinggal.

cikgu mengajarkan kepada saya bahwa : Berubah Itu Mengubah, dan ini juga yang sudah saya alami, maka saya sangat mempercayai hal ini.

so, in order to make a change, i have to change first.

  1. untuk menumbuhkan minat baca, saya sudah menawarkan untuk meminjamkan buku kepada anak-anak atu ibu-ibu lain jika ada yang memerlukan. selain itu saya akan mengadakan sesi mendongeng untuk anak di lingkungan rumah kami.
  2. untuk memperkaya pengetahuan, ini bisa lewat obrolan-obrolan singkat saat berbagi cerita.
  3. untuk mencotohkan interaksi, tak ada jalan lain selain menjadi teladan, karena berubah itu mengubah.

untuk membuat perubahan, perlu resep jitu dari cikgu Okina Fitriani (lagi!) yaitu :

  • selesaikan emosi, hilangkan perasaan merasa lebih tahu, dan jangan ada nafsu untuk dituruti.
  • fokus pada tujuan, ingatkan diri dengan melakukan self-talk mengenai tujuan yang ingin dicapai, yaitu menjaga amanah (anak-anak di sekitar kita)
  • bangun kedekatan, lewat pujian, pengertian, dan tentu saja menjada hubungan baik dengan tetanggga
  • ketajaman indera, know when to start & when to stop, karena ketidaktahuan akan hal ini dapat membuat orang merasa reluctant, bukannya mendekatkan dengan tujuan, malah menjauhkan.
  • fleksibel dalam bertindak, rajin mengevaluasi keberhasilan dari cara yang digunakan sebelumnya dan be creative! bending without breaking. balik lagi ke fokus pada tujuannya.

alhamdulillah it’s done! insyaAllah membawa manfaat bagi yang membacanya.

0

to-do-list

bismillah..

di pekan kedua kelas matrikulasi IIP, alhamdulillah, makin banyak pencerahan yang didapatkan. meskipun rasanya masih jauuuhhh (banget!) dari yang namanya ideal, tapi dengan belajar di kelas matrikulasi, tugas-tugas utama sebagai seorang ibu pun makin jelas, dan real.

setelah menerima tugas NHW ke #2, saya langsung bertanya kepada suami dan anak saya. suami saya ngga muluk-muluk, ketika saya tanya: indikator istri semacam apa yang bisa membuat dirinya bahagia? jawabannya : jangan suka marah-marah & pekerjaan rumah bisa terurus. CUMA dua ya, bahkan untuk dua hal ini aja saya masih hmmm.. (kemudian hening). kemudian saya tanya anak saya: zuhara pengennya mamah tuh kaya gimana sih? jawabannya : zuhara pengennya mamah senyum terus. lalu saya tanya lagi, kalau mamah rajin masak zuhara seneng ngga? (karena aslinya saya jarang masak) jawabannya : seneng, soalnya kalau mamah masak, zuhara bisa cium wangi masakannya, enaaak. (asli, ngga kepikiran loh, zuhara jawabannya bisa begini). kemudian saya tanyakan pada diri saya sendiri, apa ya yang bisa bikin saya merasa content sebagai individu. jawabannya, kalau saya bisa berbagi pengalaman saya sehari-hari, sedikit ilmu yang saya miliki, lewat menulis.

dari ketiga jawaban di atas, ada tiga standard yang harus saya penuhi sebagai individu, istri, dan ibu:

  • saya memilih untuk berbicara dengan intonasi yang tepat & tetap tenang setiap berkomunikasi dengan anak dan suami saya
  • saya harus mampu mengerjakan semua pekerjaan rumah sehari-hari
  • saya wajib untuk konsisten membagikan pengalaman & sedikit ilmu yang saya miliki lewat tulisan

saat berdiskusi bersama teman-teman grup whatsapp sambil membahas materi kedua kelas matrikulasi, saya mengingat kembali ilmu yang diajarkan cikgu Okina Fitriani di Enlightening Parenting mengenai framework fokus pengasuhan yaitu : Taat, Syukur, Meningkat, Bermanfaat. ketika melihat ketiga standard di atas sepertinya masih ada yang kurang ya, yaitu bagian Meningkat & Taat nya, oleh karena itu saya menambah dua standard lagi sebagai individu yaitu :

  • ikhtiar yang saya lakukan adalah wujud ketaatan saya kepada Allah. untuk senantiasa berada dalam kondisi taat, maka saya wajib memperbaiki ibadah harian saya
  • saya wajib menambah pengetahuan yang dapat mendukung saya dalam menjalani peran sebagai ibu. pengetahuan yang harus saya pelajari meliputi ilmu agama, kesehatan, parenting & manajemen rumah tangga

kelima hal ini tentu saja belum sesuai dengan standard SMART (specific, measureable, achievable, realistic & timebond) oleh karena itu saya membuat indikator checklist yang lebih jelas mengenai masing-masing standard.

untuk mencapai kelima standard tersebut, saya membuat 3 checklist

  1. checklist kegiatan bermain bersama anak, saya teringat ketika seminar filosofi Montessori, mba Vidya menceritakan kisah murid-murid Dr. Maria Montessori di Casa de Bambini yang setelah makan anak-anak ini memasukkan tangan ke saku celana mereka dan ternyata di saku celana mereka terdapat remah-remah roti. dari kejadian inilah Dr. Maria Montessori menyimpulkan bahwa : anak sangat membutuhkan stimulasi, bahkan tanpa kita berikan apapun, mereka constantly mencari cara untuk menstimulasi diri mereka sendiri, karena itu memang kebutuhan mereka. hal ini juga berkaitan dengan fitrah baik anak yang saya pelajari dari cikgu Okina Fitriani, bahwa anak memiliki fitrah : belajar (tend to mastery). kedua hal inilah yang membuat saya selama ini berusaha memberikan aktifitas untuk menstimulasi anak saya meskipun belum konsisten. dengan berkegiatan bersama, tujuan saya hanya satu yaitu : membangun kedekatan. secara tidak langsung ini membantu saya berada pada state emosi bahagia, karena kedekatan yang saya bangun dengan anak, sehingga mengurangi frekuensi ‘marah-marah’
checklist kegiatan bermain bersama anak
aktifitas waktu pelaksanaan detail
open ended play jum’at
pretend play jum’at
structured play rabu
membacakan 3 buku per hari setiap hari selain buku yang berhubungan dengan aktivitas hari itu
outdoor play sabtu-minggu
art selasa
STEM senin-kamis science, technology, engineering, math
Montessori-inspired senin-kamis language, sensorial, geography, history
lesson planning &
weekly review
minggu 60 menit
  1. checklist pekerjaan rumah, bisa dibilang saya bukan ibu ideal dengan rumah idaman. pekerjaan rumah yang saya lakukan juga tidak banyak yang selesai, se-simple karena saya tidak merasa ‘wajib’ untuk menyelesaikannya. setelah jadi ibu rumah tangga, saya merasakan pekerjaan rumah yang terselesaikan somehow membuat saya happy dan content sebagai ibu. dengan membuat checklist ini selain pekerjaan rumah saya selesai tepat waktu, suami lebih bahagia, sayapun akan lebih content & insyaAllah suasana rumah akan lebih nyaman.
checklist pekerjaan rumah sehari-hari
aktifitas waktu pelaksanaan detail
menyapu, cuci piring,
masak, menyiapkan bekal
setiap hari menyapu 5 menit & cuci piring 20 menit: sebelum tidur
menyiapkan bekal : 15 menit pagi sebelum berangkat
masak : 45 menit setelah sholat dzuhur
mengepel selasa, kamis, sabtu setelah menyapu: 15 menit sebelum tidur
laundry (cuci, jemur, lipat) sabtu, rabu cuci : 30 menit setelah subuh
jemur : 30 menit setelah mencuci
lipat : 30 menit setelah makan siang
meal preparation minggu, kamis memotong sayuran
membuat kaldu
membuat bumbu dasar
ganti seprai sabtu 10 menit, pagi hari
membersihkan dapur minggu 30 menit setelah meal preparation
grocery shopping jum’at 90 menit, malam hari
meal planning Kamis browsing resep & cara memasak
mendaftar kebutuhan untuk grocery shopping
membersihkan kulkas minggu kedua & keempat 45 menit sebelum meal preparation
membersihkan jendela minggu pertama & ketiga 45 menit, pagi hari
  1. checklist ibadah, upgrade ilmu & sharing. sebenarnya checklist ini adalah checklist saya yang idealis & egois. karena it’s all about me. checklist ini adalah bentuk ikhtiar saya menjadi pribadi yang taat, syukur, meningkat & bermanfaat.
checklist ibadah, upgrade ilmu pengetahuan & sharing
aktifitas waktu pelaksanaan detail
sholat tepat waktu setiap sholat 5 waktu mempersiapkan diri sebelum waktu sholat
sholat rawatib setiap selesai sholat 5 waktu
sholat tahajud setiap hari 90 menit sebelum subuh
ODOJ setiap hari setelah tahajud, sebelum subuh
dzikir pagi petang setiap hari dalam perjalanan berangkat, pagi hari
saat menemani anak main di luar, sore hari
sholat dhuha sabtu-minggu setelah pekerjaan rumah selesai, pagi hari
lesson planning &
weekly review
sabtu podcasts yang harus didengar
buku/artikel yang harus dibaca
sharing di blog sabtu
sharing di instagram selasa, kamis, jum’at, minggu children book review, parenting experiences
sebelum tidur, setelah pekerjaan rumah selesai

akhirnya, selesai juga NHW #2 ini. di akhir NHW #2 ini tidak akan cukup jika saya hanya menuliskannya tanpa ada realisasi. setelah NHW #2 ini makin jelas to-do-list saya per hari selama seminggu hingga sebulan. dan ternyata, banyak waktu & kesempatan belajar yang saya lewatkan selama ini. yuk mari sama-sama berbenah lagi sambil belajar menjadi ibu profesional.

0

Children See, Children Do

bismillah,.

ada yang pernah menonton video ini ? video ini dibuat pada tahun 2013 oleh sebuah organisasi bernama NAPCAN

aku ingat pertama kali menonton video ini saat mengikuti sharing Enlightening Parenting yang pematerinya adalah mba Dini Swastiana. video ini menyadarkan aku bahwa selama ini anakku (sekarang hampir berusia 4tahun) meniru semuaaa perilaku ibunya selama 24/7! dan ternyata perilaku yang ditirunya akan berdampak besar bagi kehidupannya..

ada dua alasan kuat, mengapa perilaku orangtua akan berdampak besar bagi kehidupan anak,

  1. waktu mengikuti seminar Filosofi Montessori, dengan pemateri: mba Vidya Paramita, beliau menyampaikan bahwa menurut Dr. Maria Montessori, 6 tahun pertama kehidupan seorang anak adalah masa absorbent mind dan sensitive period dimana anak menyerap seluruh informasi dari lingkungan sekitarnya melalui kelima inderanya. 6 tahun pertama ini adalah tonggak dasar kehidupan seorang manusia.
  2. anak mungkin salah mendengar, tapi tidak mungkin salah meniru, dikutip dari buku The Secret of Enlightening Parenting karya mba Okina Fitriani. kutipan ini menunjukkan betapa pentingnya menjadi teladan yang baik bagi anak-anak kita.

oleh karena itu, jurusan ilmu yang akan aku pelajari pada Universitas Kehidupan ini adalah : Ilmu Manajemen Diri. menurut aku, manajemen diri ini dapat dibagi menjadi dua hal utama yaitu :

  • bagaimana menjalani keseharian dengan produktif, mampu mengatur prioritas kegiatan sehari-hari, yang meliputi kegiatan mengurus rumah tangga, bermain bersama anak serta upgrade dan sharing ilmu.
  • bagaimana cara berkomunikasi efektif dengan keluarga.

dari kedua poin di atas, aku bisa menentukan langkah-langkah detail untuk menguasai ilmu tersebut, yaitu :

  • mendaftar pekerjaan rumah tangga yang harus dilakukan
  • merencanakan kegiatan bersama anak sehari-hari dalam seminggu
  • menentukan apa yang harus dipelajari pada hari itu, membagikan apa yang sudah dipelajari & improvement apa yang akan dilakukan setelah mempelajari ilmu baru. ilmu yang aku pelajari ini terkait dengan peranku sebagai ibu, di antaranya ilmu agama, ilmu kesehatan dan ilmu parenting
  • membuat jadwal harian berdasarkan ketiga poin di atas
  • untuk dapat melakukan komunikasi efektif, insyaAllah aku upayakan untuk istiqomah mengaplikasikan ilmu dari cikgu Okina Fitriani yang sudah aku pelajari dari training Enlightening Parenting dan Transforming Behavior Skills
  • melakukan daily & weekly review dengan cara menuliskannya.

lalu, perubahan sikap yang harus aku lakukan dalam menuntut ilmu ini?

pada bagian ini, aku mengacu pada materi adab menuntut ilmu dari Institut Ibu Profesional.. setelah melakukan gap analysis (membandingkan kondisi aku sekarang dengan kondisi ideal, yaitu menjadi ibu yang memiliki adab dalam menuntut ilmu maka hal yang harus aku lakukan adalah :

adab terhadap diri sendiri :

  • menjadi ‘gelas’ yang siap menerima hidayah, dengan cara konsisten mengamalkan dan mengaplikasikan ilmu yang sudah dan akan diterima.
  • bersungguh-sungguh menjalankan tugas, ada 2 kalimat yang mengena dari fasilitatorku mba Maria Ulfah, yaitu : mengerjakan dengan perenungan, bukan asal selesai. dan mengerjakan dari hati, sehingga akan sampai ke hati. dan berusaha mengerjakan tugas dengan mengingat semua adab menuntut ilmu.
  • sabar dalam menuntut ilmu, membaca, mencatat, mengaplikasikannya.

adab terhadap guru :

  • berhati-hati saat berdiskusi (baik dalam forum online atau offline) untuk menghindari ketiga hal yang sangat rawan aku lakukan, yaitu :
  • membarengi guru dalam berkata
  • memotong pembicaraan guru
  • berbicara dgn orang lain saat guru berbicara

adab terhadap sumber ilmu :

  • sceptical thinking, ini dapat dilatih dengan mengkonfirmasi kebenaran sebuah berita sebelum mempercayainya. cara mengkonfirmasinya adalah melakukan analisa terhadap sumber & isi berita.
  • memperlakukan sumber ilmu (misalnya buku-buku) dengan baik. ini dilakukan dengan mengorganisasi buku yang saat ini digunakan dan membangun kebiasaan untuk membaca di meja dan meletakkan buku kembali di rak buku. (current state : membaca sambil berbaring, menaruh buku di tempat tidur)

tulisan ini adalah jawaban NHW#1 – program matrikulasi IIP batch#4